MediaRepublik.Id- Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Tomohon terus menunjukkan komitmen dalam mendukung percepatan pembangunan daerah melalui dua program utama yang dijalankan, yakni Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program Perekonomian dan Pembangunan.
Kabag Harriet Marzan menjelaskan, dalam program pertama, pihaknya fokus pada penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran perangkat daerah, serta evaluasi kinerja seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Tomohon.
“Setiap bagian memiliki rencana dan anggaran yang kemudian kami fasilitasi untuk disatukan. Kami juga secara rutin melaksanakan evaluasi kinerja dan menghimpun laporan realisasi fisik serta keuangan,” ujarnya. Selasa (07/10), disela-sela Konferensi Pers yang digelar bagian Protokol Komunikasi Pimpinan (Prokopim).
Lanjut dia, berdasarkan hasil rekapitulasi hingga September, realisasi fisik Pemerintah Kota Tomohon telah mencapai 48,75%. Angka ini diharapkan terus meningkat menjelang pelaksanaan APBD Perubahan, agar capaian program di masing-masing OPD dapat lebih maksimal.
“Kami optimistis, setelah APBD Perubahan berjalan, realisasi fisik dan pelaksanaan kegiatan akan meningkat signifikan,” tambahnya.
Sementara, Program Perekonomian dan Pembangunan, diarahkan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Melalui berbagai sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD), Bagian Pembangunan aktif memfasilitasi perumusan program-program prioritas Pemerintah Kota Tomohon.
Salah satu inisiatif strategis yang tengah digalakkan adalah proyek perubahan dalam Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (PKA) dengan topik “Penguatan Koordinasi Lintas Sektor dalam Perumusan Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kota Tomohon.”
Pemerintah Kota Tomohon kini berfokus pada peningkatan pengelolaan sampah melalui berbagai program inovatif, antara lain, Community Composting (Kompos Bag) di setiap lingkungan, Integrated Farming yang mengolah limbah pertanian menjadi pupuk organik, dan Revitalisasi Pusat Pengolahan Sampah Organik Terpadu (PPSOT) di bekas area pembibitan pertanian dekat Kantor Pariwisata.
Namun, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi tantangan, terutama dalam menumbuhkan kebiasaan pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
“Selama ini, pengelolaan sampah masih dominan dengan pendekatan angkut-buang. Ke depan, kami ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat agar terbiasa memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya,” jelasnya.
Langkah ini sejalan dengan target nasional Indonesia Bebas Sampah 2029, yang menekankan pengurangan 30% volume sampah melalui pengelolaan di tingkat rumah tangga.
Kondisi TPA Tomohon yang sudah hampir penuh menjadi alasan kuat perlunya transformasi sistem pengelolaan sampah. Terlebih, sekitar 70% sampah di Kota Tomohon merupakan sampah organik, yang sebenarnya berpotensi besar menjadi bahan baku pupuk organik.
Melalui koordinasi lintas sektor dan integrasi dalam sistem perencanaan kota, diharapkan pengelolaan sampah di Tomohon dapat berjalan lebih berkelanjutan, partisipatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


https://mediarepublik.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250305-WA0002-1.jpg







