Tim PKM FMIPA Unsrat Kembangkan Terapi Ulkus Diabetikum

oleh -242 Dilihat

MediaRepublik.id- Mahasiswa Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, mengembangkan inovasi terapi ulkus diabetikum melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE).

Tim yang diketuai Rafael Lanipi, bersama Andini Khoiriyah, Haliza Anggraini Wonggo, Elisabeth Debora Pintaria Sinaga, dan Theophilus Poniton Daniel Halomoan Nainggolan, mengembangkan spray hydrogel berbasis nanoselulosa dari limbah sabut kelapa muda dan ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.).

Penelitian ini didampingi Defny Silvia Wewengkang, SPIK., M.Sc., Ph.D., dan memperoleh pendanaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Rafael menjelaskan, penelitian tersebut berangkat dari persoalan ulkus diabetikum yang merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus dan cenderung mengalami penyembuhan lebih lambat serta berisiko mengalami infeksi.

“Kami ingin mengubah limbah sabut kelapa muda menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah melalui pengembangan nanoselulosa, kemudian mengombinasikannya dengan ekstrak daun kersen dalam bentuk spray hydrogel untuk mendukung terapi ulkus diabetikum,” ujar Rafael.

Menurutnya, bentuk spray hydrogel dikembangkan untuk memberikan kemudahan dalam aplikasi pada permukaan luka. Inovasi tersebut sekaligus memadukan pemanfaatan bahan alam, pengolahan limbah, nanoteknologi, dan teknologi sediaan farmasi.

Dosen pendamping Defny Silvia Wewengkang mengapresiasi inovasi yang dikembangkan mahasiswa. Ia menilai penelitian tersebut memiliki nilai inovasi karena mengintegrasikan potensi sumber daya lokal dengan teknologi farmasi.

“Seluruh potensinya tetap harus dibuktikan melalui tahapan penelitian dan data yang valid. Kami berharap penelitian ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang memiliki dasar ilmiah kuat dan dapat dikembangkan lebih lanjut,” ungkap Defny.

Pemanfaatan sabut kelapa muda sebagai bahan baku nanoselulosa juga menjadi bagian dari upaya mengurangi limbah dan meningkatkan nilai guna sumber daya lokal. Konsep ini sejalan dengan SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

https://mediarepublik.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250305-WA0002-1.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.