TIFF 2026 : Ketika Bunga Menjadi Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Sulawesi Utara

oleh -545 Dilihat

Mediarepublik.id Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu agenda pariwisata unggulan Sulawesi Utara. Mengusung tema “Collaboration of Spirit” TIFF tahun ini tak sekadar menyuguhkan parade bunga dan keragaman budaya, tetapi menjadi panggung kolaborasi yang memperkuat kemitraan, membuka peluang ekonomi, sekaligus mempererat hubungan antarbangsa.

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terhadap penyelenggaraan TIFF. Menurutnya, festival ini memiliki peran strategis dalam memperkenalkan potensi Sulawesi Utara ke tingkat nasional hingga internasional.

“Keberhasilan TIFF merupakan hasil kerja bersama untuk semakin memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai destinasi pariwisata unggulan Indonesia yang memiliki daya saing di tingkat global,” ujar Yulius.

Lebih dari sekadar pesta visual, TIFF juga dinilai memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, terutama petani bunga dan pelaku ekonomi kreatif.

“Festival ini juga menjadi motor kebangkitan ekonomi kreatif masyarakat, yang dampaknya dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Semangat kolaborasi itu terlihat dari keterlibatan petani bunga lokal. Pada TIFF 2026, sebanyak 37 petani bunga secara swadaya menyiapkan sekitar 353.000 pohon bunga krisan untuk mendukung pelaksanaan festival.

Sementara itu, parade TIFF 2026 melibatkan 35 kendaraan hias, terdiri dari 17 kendaraan berukuran besar dan 18 kendaraan berukuran kecil. Parade tersebut diperkirakan menyerap lebih dari 210.000 tangkai bunga segar.

Besarnya kebutuhan bunga ini menunjukkan bahwa kemeriahan TIFF sekaligus menciptakan rantai ekonomi yang panjang. Perputaran manfaat tidak berhenti di tangan petani bunga, tetapi turut dirasakan perajin, dekorator, pelaku kuliner, perhotelan, transportasi hingga berbagai usaha pendukung lainnya.

Yulius menilai perpaduan seni, florikultura dan pariwisata melalui TIFF merupakan kekuatan yang dapat terus dikembangkan untuk mendorong ekonomi kreatif dan memperluas pasar pariwisata Sulawesi Utara.

“Melalui festival ini kita tidak hanya mempertontonkan keindahan dan keberagaman flora, tetapi juga membuka peluang investasi baru, memperkuat potensi agrowisata unggulan serta mempererat persahabatan dan diplomasi budaya antarnegara,” katanya.

Ia berharap dukungan terhadap TIFF terus diperkuat, baik untuk pelaksanaan main event maupun berbagai side event, sehingga festival tersebut dapat tumbuh semakin besar dan berkelanjutan.

“Semoga Tomohon International Flower Festival dapat terus kita dukung bersama, terus berkembang semakin megah dan senantiasa menjadi ikon kebanggaan Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara dan kebanggaan nasional di kancah dunia,” pungkasnya.

Dukungan terhadap pengembangan TIFF juga datang dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar. Kehadirannya di Tomohon menjadi bagian dari komitmen Kementerian Ekonomi Kreatif setelah sebelumnya menerima audiensi Pemerintah Kota Tomohon pada pertengahan Juli 2026.

Irene berharap TIFF tidak berhenti sebagai agenda pariwisata tahunan. Lebih jauh, festival tersebut didorong untuk berkembang menjadi Intellectual Property (IP) daerah berbasis florikultura yang memiliki nilai ekonomi berkelanjutan.

Dengan pengembangan tersebut, TIFF diharapkan mampu menjadi aset kreatif daerah yang memberikan dampak lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif, sekaligus memperkuat posisi petani dan pelaku usaha bunga krisan lokal.

Sementara itu, Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia TIFF 2026 yang telah bekerja menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

Caroll juga menyampaikan terima kasih kepada para duta besar negara sahabat yang hadir dan turut memberikan warna dalam penyelenggaraan TIFF 2026.

Apresiasi turut diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk jajaran perangkat daerah Pemerintah Kota Tomohon yang memberikan dukungan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Menurut Caroll, tema “Collaboration of Spirit” merupakan gambaran nyata bahwa kemajuan pariwisata dan ekonomi kreatif tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja.

“TIFF tahun 2026 mengusung tema ‘Collaboration of Spirit’. TIFF 2026 menjadi gambaran nyata bahwa kemajuan pariwisata dan ekonomi kreatif tidak dapat dibangun sendiri. Pemerintah, masyarakat, petani bunga, pelaku usaha, komunitas kreatif, dunia usaha hingga mitra internasional bergerak dalam satu semangat yang sama,” terang Caroll.

Dengan demikian, TIFF 2026 bukan hanya tentang bunga yang menghiasi kendaraan hias atau kemeriahan parade di jalanan Tomohon. Di balik warna-warni festival, terdapat kerja bersama masyarakat, geliat ekonomi, promosi destinasi, penguatan florikultura serta diplomasi budaya yang membawa nama Tomohon dan Sulawesi Utara semakin dikenal di mata dunia.

https://mediarepublik.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250305-WA0002-1.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.