Kukuhkan DPD Sulut, AMDATARA Perkuat Kolaborasi Industri AMDK yang Berkelanjutan

oleh -212 Dilihat

MINAHASA UTARA- MediaRepublik.Id- Perkumpulan Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) mendorong penguatan kolaborasi antara industri, pemerintah, dan regulator sebagai kunci membangun industri AMDK yang berkelanjutan. Kolaborasi dinilai penting untuk memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, meningkatkan daya saing industri, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang bertanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan.

Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo mengatakan penguatan kolaborasi menjadi langkah strategis untuk memastikan industri AMDK tumbuh secara sehat dan berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap air minum yang aman dan berkualitas. Menurutnya, pertumbuhan industri AMDK harus berjalan seiring dengan peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, pemenuhan standar mutu, serta penerapan praktik bisnis yang bertanggung jawab.

“AMDATARA terus mendorong anggotanya untuk mendukung implementasi Standar Nasional Indonesia (SNI), pelaporan melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), konservasi sumber daya air, pemanfaatan energi terbarukan, dan pengembangan ekonomi sirkular dalam pengelolaan kemasan,” katanya.

Karyanto mengatakan, industri AMDK nasional terus menunjukkan pertumbuhan positif. Data Kementerian Perindustrian, produksi industri AMDK yang awalnya hanya sekitar 6 juta liter per tahun kini telah mencapai sekitar 35 miliar liter per tahun.

Dia mengatakan, pertumbuhan tersebut didukung oleh melimpahnya sumber daya air Indonesia, besarnya jumlah penduduk, kuatnya jaringan distribusi, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat. Sebabnya, kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem industri yang sehat.

Sejak berdiri pada 2025, AMDATARA telah berkembang menjadi organisasi yang menaungi lebih dari 100 perusahaan anggota dengan lebih dari 200 merek AMDK di berbagai wilayah Indonesia. Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin besarnya kebutuhan akan wadah kolaborasi yang dapat memperkuat daya saing industri sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi dan prinsip keberlanjutan.

Hal tersebut diungkapkan Karyanto dalam Musyawarah Daerah (Musda) I DPD AMDATARA Sulawesi Utara pada Kamis (25/6) lalu. Musda tersebut mendapat dukungan dari Pemprov Sulut yang diwakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Ricolas E. Tumbol dan Pemkab Minahasa Utara yang diwakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Richard J.H. Dondokambey.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, Ricolas E. Tumbol menilai positif pembentukan DPD AMDATARA. Menurutnya, langkah tersebut dapat memperkuat ekosistem industri daerah sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri AMDK yang sehat, taat regulasi, dan berdaya saing.

“Kami berharap AMDATARA dapat menjadi wadah kolaborasi yang memperkuat pembinaan industri, mendorong inovasi, serta mendukung terciptanya lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” katanya.

Kegiatan juga dihadiri Perwakilan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Manado, PFM Ahli Muda Siulan Ombeng; Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Danso Ayhuan; Kepala Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Manado Kemenperin, Soni Patriajaya.

Sementara, Musda I juga dimanfaatkan untuk membentuk dan mengukuhkan DPD Sulut periode 2026–2031 dalam AMDATARA menunjuk Bonifacius A.A.J. Dumanauw sebagai Ketua didampingi Kathleen Dandel sebagai Wakil Ketua, Moh. Ch. Suratman sebagai Sekretaris, dan Sarifudin Azis sebagai Bendahara. Sementara posisi Dewan Pengawas dijabat Jimmy R. Kubertu dan Frits Moningka serta Bidang Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga, dan Anggota dipercayakan kepada Emmy M. Luntungan.

https://mediarepublik.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250305-WA0002-1.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.