Kembali Bersama Dalam Satu Kenangan

oleh -215 Dilihat

MediaRepublik.Id- Tahun 2001 menjadi gerbang awal perjalanan kami menapaki dunia remaja. Dari bangku sekolah dasar, langkah kecil itu mengantar kami menuju sebuah bangunan sederhana bernama SMP Negeri 4 Tomohon. Sekolah yang kala itu masih belia, berdiri dengan segala keterbatasan, sekaligus menjadi saksi tumbuhnya mimpi-mimpi anak-anak Tara-Tara Raya.

Di sanalah kami belajar mengeja masa depan. Seragam putih biru menjadi saksi tawa, canda, juga cerita-cerita kecil yang tak pernah tercatat di buku pelajaran. Hari-hari dilalui dengan semangat khas remaja, dengan kenakalan polos yang justru menguatkan persahabatan.

Waktu kemudian berlari tanpa aba-aba. Setelah menuntaskan pendidikan di SMP, kami melangkah ke arah yang berbeda. Ada yang memilih SMA, ada pula yang menimba ilmu di SMK. Usai masa putih abu-abu, jalan hidup kian bercabang. Sebagian langsung bergulat dengan dunia kerja, sebagian lainnya melanjutkan perjalanan ke perguruan tinggi.

Tahun-tahun berlalu. Kesibukan, tanggung jawab, dan jarak perlahan merenggangkan pertemuan. Meski demikian, kenangan tak pernah benar-benar pergi. Tapi, diam di sudut hati, menunggu waktu untuk kembali disapa.

Awal tahun 2026 menjadi titik temu kerinduan itu. Lewat sebuah grup pesan sederhana, terjalin kembali niat untuk bersua, menghidupkan ulang kisah yang pernah terukir indah di kelas-kelas SMP Negeri 4 Tomohon.

Pertemuan pun disepakati. Minggu, 25 Januari 2026, menjadi hari yang dinanti. Bukan di gedung megah atau ruang berpendingin udara, tapi di hamparan persawahan wilayah utara Kelurahan Tara-Tara. Alam menjadi saksi. Gunung Lokon berdiri anggun di kejauhan, seakan ikut menjaga kebersamaan yang terajut kembali.

Tawa pun pecah, menyatu dengan semilir angin dan aroma masakan yang dibakar bersama. Cerita lama kembali diulang, kenakalan masa sekolah dikenang tanpa beban, persahabatan terasa hangat seperti dulu. Tidak ada jarak, tidak ada sekat. Yang ada hanyalah rasa pulang.

Dua puluh lima tahun bukan waktu yang singkat. Namun di hari itu, semuanya seolah luruh. Kenangan yang sempat terdiam kini hidup kembali, mengalir dalam obrolan, canda, dan senyum yang tak dibuat-buat. Di antara kepulan asap dan tawa yang pecah, kami menyadari satu hal “persahabatan sejati tak pernah usang dimakan zaman”.

https://mediarepublik.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250305-WA0002-1.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.